{"id":409,"date":"2025-09-26T15:21:22","date_gmt":"2025-09-26T15:21:22","guid":{"rendered":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/?p=409"},"modified":"2025-10-11T15:24:25","modified_gmt":"2025-10-11T15:24:25","slug":"simbol-persaudaraan-dan-perdamaian-di-kirab-budaya-200-tahun-klenteng-eng-an-kiong-malang-dan-tua-pek-kong-world-festival-ke-14","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/2025\/09\/26\/simbol-persaudaraan-dan-perdamaian-di-kirab-budaya-200-tahun-klenteng-eng-an-kiong-malang-dan-tua-pek-kong-world-festival-ke-14\/","title":{"rendered":"Simbol Persaudaraan dan Perdamaian di Kirab Budaya 200 Tahun Klenteng Eng An Kiong Malang dan Tua Pek Kong World Festival ke-14"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"object-contain\" src=\"https:\/\/timesindonesia.co.id\/_next\/image?url=https%3A%2F%2Fcdn-1.timesmedia.co.id%2Fimages%2F2025%2F09%2F26%2FKlenteng-Eng-An-Kiong.jpg&amp;w=3840&amp;q=70\" alt=\"Simbol Persaudaraan dan Perdamaian di Kirab Budaya 200 Tahun Klenteng Eng An Kiong Malang dan Tua Pek Kong World Festival ke-14\" data-nimg=\"fill\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"text-foreground mb-6 text-base md:text-lg\"><strong class=\"uppercase\">MALANG<!-- --> \u2013 <\/strong>Ratusan orang tumpah ruah di Kota Malang untuk menyaksikan Kirab Budaya 200 Tahun <a href=\"https:\/\/timesindonesia.co.id\/tag\/Klenteng-Eng-An-Kiong\">Klenteng Eng An Kiong<\/a> yang dirangkai dengan Tua Pek Kong World Festival ke-14, Kamis (25\/9\/2025). Acara akbar ini bukan sekadar ritual budaya, melainkan simbol persaudaraan dan doa bagi perdamaian dunia.<\/p>\n<p class=\"text-foreground mb-6 text-base md:text-lg\">Kevin Christian Chandra, panitia kegiatan, menuturkan bahwa momentum ini sangat bersejarah. \u201cKlenteng Eng An Kiong telah berusia 200 tahun. Perayaan ini adalah wujud syukur sekaligus kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat menjaga warisan budaya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"text-foreground mb-6 text-base md:text-lg\">Lebih dari sekadar tradisi, kirab ini diyakini membawa berkah bagi Kota Malang. Prosesi ritual sekaligus menegaskan keberadaan Klenteng Eng An Kiong sebagai pusat spiritualitas, budaya, dan kebersamaan warga lintas generasi.<\/p>\n<h2>Peserta dari Asia Tenggara<\/h2>\n<figure class=\"mb-6\"><img decoding=\"async\" class=\"block w-full rounded-lg\" src=\"https:\/\/cdn-1.timesmedia.co.id\/images\/2025\/09\/26\/Kirab-Budaya.jpg\" alt=\"Kirab-Budaya.jpg\" \/><figcaption class=\"mt-2 text-sm italic text-gray-600 text-center\"><\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"text-foreground mb-6 text-base md:text-lg\">Kirab kali ini diikuti oleh perwakilan negara-negara Asia, mulai dari Hongkong, Makau, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, hingga Myanmar. Ribuan mata tertuju pada barisan meriah yang melintasi jalur utama kota: dimulai dari Klenteng Eng An Kiong di Jalan Gatot Subroto, lalu melewati Jalan Trunojoyo, Jalan Kertanegara, kawasan Tugu, Jalan Majapahit, Jalan Merdeka, hingga kembali ke depan klenteng sebagai titik finis.<\/p>\n<div class=\"my-2\">\n<div class=\"text-sm text-foreground italic my-4 \"><span class=\"font-semibold not-italic\">Baca juga:<\/span> <a class=\"hover:text-red-600 transition-colors hover:underline\" href=\"\/peristiwa-daerah\/556933\/bawa-pesan-building-inspiring-positive-thinking-times-indonesia-ikut-meriahkan-kirab-budaya-dua-abad-klenteng-eng-an-kiong\">Bawa Pesan Building, Inspiring, Positive Thinking, TIMES Indonesia Ikut Meriahkan Kirab Budaya Dua Abad Klenteng Eng An Kiong<\/a><\/div>\n<\/div>\n<p class=\"text-foreground mb-6 text-base md:text-lg\">Kevin menambahkan, ritual ini merupakan penghormatan kepada Dewa Bumi, sosok yang diyakini menjaga keseimbangan dan keberkahan sebuah wilayah. \u201cDewa Bumi adalah dewa yang paling dekat dengan manusia, karena bersemayam di tanah yang kita pijak,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<h3>Warisan untuk Generasi Muda<\/h3>\n<p class=\"text-foreground mb-6 text-base md:text-lg\">Selain menghadirkan nuansa spiritual, kirab budaya ini juga menegaskan pesan penting bagi generasi muda: menjaga klenteng sebagai warisan budaya. Nilai-nilai spiritual, tradisi, dan persaudaraan yang terkandung di dalamnya diyakini dapat menjadi bekal untuk memperkuat identitas sekaligus harmoni sosial di masa depan.<\/p>\n<div class=\"my-2\">\n<div class=\"text-sm text-foreground italic my-4 \"><span class=\"font-semibold not-italic\">Baca juga:<\/span> <a class=\"hover:text-red-600 transition-colors hover:underline\" href=\"\/peristiwa-daerah\/556896\/4000-orang-di-dunia-bakal-hadir-dan-meriahkan-kirab-budaya-dua-abad-klenteng-eng-an-kiong-malang\">4.000 Orang di Dunia Bakal Hadir dan Meriahkan Kirab Budaya Dua Abad Klenteng Eng An Kiong Malang<\/a><\/div>\n<\/div>\n<p class=\"text-foreground mb-6 text-base md:text-lg\">Gunawan Putra Wirawan, Ketua Komda Jawa Timur, menekankan bahwa perayaan ini adalah ajang mempererat persaudaraan komunitas Tua Pek Kong, baik di Indonesia maupun dunia. \u201cKirab budaya ini tujuannya membangun persaudaraan yang lebih erat, demi perdamaian bersama. Malang pun membuktikan bisa kompak, selaras dengan pemerintah daerah dan masyarakatnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"text-foreground mb-6 text-base md:text-lg\">Dengan semangat itu, Kirab Budaya 200 Tahun Klenteng Eng An Kiong dan Tua Pek Kong World Festival ke-14 tidak hanya menjadi pesta budaya, melainkan juga jembatan persaudaraan lintas negara dan doa tulus bagi perdamaian umat manusia.(*)<\/p>\n<div class=\"my-2\"><\/div>\n<p class=\"italic text-foreground text-base md:text-lg\">Source: https:\/\/timesindonesia.co.id\/peristiwa-daerah\/556753\/simbol-persaudaraan-dan-perdamaian-di-kirab-budaya-200-tahun-klenteng-eng-an-kiong-malang-dan-tua-pek-kong-world-festival-ke14<\/p>\n<p>&#8212;<br \/>\nSumber: <a href=\"https:\/\/timesindonesia.co.id\/peristiwa-daerah\/556753\/simbol-persaudaraan-dan-perdamaian-di-kirab-budaya-200-tahun-klenteng-eng-an-kiong-malang-dan-tua-pek-kong-world-festival-ke14\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">TIMES INDONESIA<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; MALANG \u2013 Ratusan orang tumpah ruah di Kota Malang untuk menyaksikan Kirab Budaya 200 Tahun Klenteng Eng An Kiong yang dirangkai dengan Tua Pek Kong World Festival ke-14, Kamis (25\/9\/2025). Acara akbar ini bukan sekadar ritual budaya, melainkan simbol persaudaraan dan doa bagi perdamaian dunia. Kevin Christian Chandra, panitia kegiatan, menuturkan bahwa momentum ini &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/2025\/09\/26\/simbol-persaudaraan-dan-perdamaian-di-kirab-budaya-200-tahun-klenteng-eng-an-kiong-malang-dan-tua-pek-kong-world-festival-ke-14\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Simbol Persaudaraan dan Perdamaian di Kirab Budaya 200 Tahun Klenteng Eng An Kiong Malang dan Tua Pek Kong World Festival ke-14&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"pmpro_default_level":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-409","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-11","pmpro-has-access"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=409"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":413,"href":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409\/revisions\/413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/enganntengsibu.org\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}